*JEJAK RUHANI DI PANGGUNG KEKUASAAN: SUFISME POLITIK DARI SAMARKAND KE NUSANTARA*
_(Tulisan sederhana sebagai ikhtiar menterjemahkan Nawa Mustika (9 Nasehat/Hikmah) dari Mudir Ali Idarah 'Aliyah Jatman NU, *Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa*)_
Sumber: *Abdur Rahman El Syarif*
BAB V.
DI BUMI MELAYU: NAQSYABANDIYAH DAN KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM NUSANTARA
5.5 Palembang: Jaringan Sufi di Tengah Pergolakan
*5.5.2 Jaringan Tarekat dan Mobilisasi Sosial*
Pada abad ke-18 dan ke-19, jaringan tarekat di Palembang berkembang sebagai bagian dari koneksi spiritual dan sosial yang luas, menjangkau wilayah Nusantara hingga Haramain (Mekkah dan Madinah).
Ulama seperti Syekh Abdussamad al-Palimbani menjalin hubungan erat dengan pusat-pusat tarekat besar di Aceh, Riau, Banten, dan dunia Islam internasional, memperkuat pengaruh ajaran tasawuf yang melampaui batas etnis dan wilayah.
Para khalifah tarekat, termasuk Syekh Abdul Hamid, memainkan peran penting sebagai pemimpin spiritual sekaligus penggerak perlawanan terhadap kolonialisme, menyebarkan semangat jihad, kesadaran kolektif, dan solidaritas umat melalui transmisi ijazah dan kegiatan sufistik lintas wilayah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar